Surat Ke Anita

             # The article below is written by Ibu Yusuf to her daughter Anita in the short story "Ancarman Misterius".#

 

Anita sayang,

Apa kabar? Saya memang mengharapkan Anita bahagia sekali di Amerika.  Bagaimana hubungan antara Anita dan pacarmu Wijaya?  Masih dekat, tentu saja.  Sebaliknya, saya merasa hubungan dengan Bapakmu jelak sekali.

Bapakmu memang seorang usahawan yang berhasil dan menjadi agak terkenal di Jakarta.  Banyak usahawan menghormati dia.  Namun demikian, dia selalu merasa seakan-akan dibenci orang.  Karena itu, dia takut lain kalau suatu hari, ada seorang akan membunuh dia.  Makanya, dia sudah menyewa sepuluh 慴odyguard?dan mereka mengikuti Bapak dan saya ke mana-mana.

Dulu, saya juga merasa lebih baik kalau ada orang bisa melindungi kami karena lebih aman.   Tetapi, sesudah beberapa minggu, sya merasa kesal sekali!  Saya tidak bebas karena tidak bisa ke mana-mana seperit orang biasa.  Teman-teman saya juga tidak mau ikut saya pergi berbelanja karena mereka merasa tidak nyamankalau selalu ada orang yang mengikuti.  Bahkan di rumah, saya merasa kesal!  Saya tidak bias berkata apa saja kepada Bapakmu karena mereka selalu ada di dekat kami.

Meskipun saya sudah memberitahu Bapakmu, saya tidak senang dengan cara hidup seperti ini, dia tidak mengacuhkan ucapan saya, bahkan menjadi menjadi marah dengan keluhan saya.  Saya merasa, dia terlalu takut pada 憁usuh?dia dan tidak peduli saya bahagia atau tidak.

Jadi, saya sedang bingung karena saya tidak tahu saya harus melalukan apa sekarang.  Saya hanya mau pergi dari sini dan mungkin pergi ke Ameika untuk bersama dengan Anita.  Saya pikir, hanya sesudah saya pindah ke situ, saya bias merasa bebas lagi.

                Tetapi Saya memang takut kalau sakit jantung Bapakmu kumat.  Kalau itu terjadi, dia pasti harus tinggal di rumah sakit untuk waktu lama.  Saya kuatir tidak ada orang di sini bias menjaga dia dengan baik.  Sebagai istrinya, saya harus menjalankan peranan saya dengan bagus.

                Lagipula, saya juga harus menjaga barang-barang di rumah.  Kalau tidak, Bapakmu pasti bertambah sibuk dan akan lebih mudah menjadi sakit.  Selain itu, saya memang mencintai Bapakmu.  Saya mengharapkan bias tinggal di samping dia selama-lamanya.  Tetapi, saya mau merasa bebas?lt;o:p>

                Bagaimana, Anita sayang? Masalah saya kelihatannya tidak ada solusi, ya? Saya merasa sedih dan bingung.  Kadang-kadang, saya berdoa supaya Bapakmu tidak begitu berhasil sehingga kami bias hidup biasa.  Anita sayang, kamu sudah dewasa dan pasti bisa mengerti perasaan ibu.  Tulis balasan lebih cepat untuk memberitahu saya, seharusnya, saya melakukan apa.

Salam kangen,

Ibumu

 

Ditulis Oleh Lynn